Informasi

Silahkan Login.

Isikan User Name dan Password untuk Login, dan mengedit daftar member menambah member baru disesuaikan dengan Daerah ataupun Cabang domisilinyamasing masing.

Login Disini

Teachers Login Form

 



gerkatin
Dewan Pengurus Pusat
Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia
(DPP GERKATIN)
Indonesian Association for Welfare of the Deaf (IAWD)

SMS: 081807900275 08176733250

     
     
    Blog
    Post : Rabu, 24 Juli 2013 majalahdiffa.com - Dilihat : 286 kali
    40 Difabel Tuli Ikuti Sosialisasi Pilgub Jateng 2013

    Sebanyak 40 difabel tuli dari wilayah Kabupaten Boyolali mengikuti sosialisasi Pilgub Jawa tengah 2013 Jumat (3/5) di Aula Kantor KPUD Boyolali. Acara ini diselenggarakan Komunitas Tuli Boyolali (Komtuboy) yang baru terbentuk Maret lalu dengan pendampingan dari Gerkatin Solo. Pemateri sosialisasi adalah Ahmad Charir, Ketua KPUD Boyolali.

    sosialisasipilgub 1Acara berlangsung lancar dengan dibantu 2 orang penerjemah bahasa isyarat dari Deaf Volunteering Organization (DVO) Solo. Selain penerjemah kegiatan sosialisasi ini juga dilengkapi sarana presentasi visual untuk membantu peserta lebih memahami materi. Dengan sarana yang aksesibel peserta bisa berpartisipasi secara aktif.

    Kiprah Pertama Komtuboy

    “Dulu di Boyolali belum ada organisasi untuk komunitas tuli, dengan adanya Komtuboy kami berharap bisa diikutkan dalam berbagai kegiatan,” jelas Susilo, ketua Komtuboy. Dalam sesi wawancara Susilo yang didampingi oleh Muhammad Isnaini Nurhidayat (Ketua Gerkatin Solo) dibantu oleh Bias Safil sebagai penerjemah.

    Muhammad juga menambahkan selama ini difabel tuli sering disisihkan, ini karena tidak seperti difabel lainnya mereka tidak terlihat secara fisik. Bahkan di beberapa yayasan seperti YPAC difabel tuli tidak terakomodir. Selama ini mereka mengalami kendala akses, yaitu dalam berkomunikasi. Tanpa adanya penerjemah bahasa isyarat mereka berkomunikasi dengan menulis.

    Acara sosialisasi berlangsung interaktif. Peserta secara aktif berdialog dengan penyampai materi. Seorang peserta juga menanyakan bagaimana jika nanti saat memilih dia tidak mendengar saat petugas memanggil gilirannya. Menganggapi hal ini Ahmad Charir menyatakan bahwa tidak semua petugas memahami kebutuhan khusus pemilih. Untuk itu dianjurkan pemilih langsung maju tanpa menunggu petugas melakukan panggilan.

    Siap Mencoblos

    Meski baru pertama kali dilaksanakan untuk difabel tuli kegiatan sosialisasi ini berjalan sukses. Dengan sarana yang aksesibel pemilih difabel tuli mampu menyerap materi yang diberikan dan siap mencoblos pada Pilgub Jawa tengah 26 Mei 2013 mendatang.

    Menanggapi kegiatan sosialisasi ini peserta memberikan tanggapan positif. “Dari kegiatan ini saya bisa paham, jika sebelumnya hanya mengikuti pilihan orangtua dalam pemilu sekarang sudah tahu bahwa memilih itu menggunakan hati nurani,” papar Imah Nurul Hidayati (20) yang ditemui sesuai kegiatan. Dengan bantuan penterjemah bahasa isyarat Riza dari DVO, Imah mengaku merasa terbantu dengan fasilitas pendukung. Adanya penerjemah bahasa isyarat dan sarana presentasi visual membuatnya lebih memahami materi yang disampaikan. Menurutnya baru kali ini dia ikut dalam kegiatan semacam ini, sebelumnya dia tidak pernah diundang dalam kegiatan sosialisi pemilu.

    Meskipun sosialisasi Pilgub Jateng 2013 telah dilaksanakan untuk difabel Boyolali sebelumnya, namun difabel tuli belum diikutkan.
    Images
    gerkatin-9322sosialisasipilgub.jpg
    Ket Gambar :
    gerkatin-9322sosialisasipilgub.jpg
    test gambar