Informasi

Silahkan Login.

Isikan User Name dan Password untuk Login, dan mengedit daftar member menambah member baru disesuaikan dengan Daerah ataupun Cabang domisilinyamasing masing.

Login Disini

Teachers Login Form

 



gerkatin
Dewan Pengurus Pusat
Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia
(DPP GERKATIN)
Indonesian Association for Welfare of the Deaf (IAWD)

SMS: 081807900275 08176733250

     
     
    Blog
    Post : Rabu, 24 Juli 2013 solider.or.id - Dilihat : 279 kali
    Difabel Tuli Percaya Diri Dengan Belajar Berorganisasi

    Sebuah ruangan di Hotel Anugerah Indah Palace Solo menjadi riuh dengan suara fasilitator, penerjemah bahasa isyarat dan para difabel tuli peserta pelatihan Membangun Jaringan Organisasi Tuli Se-Solo Raya . Penjelasan dengan media tulisan oleh salah satu fasilitator tentang apa yang dimaksud dengan ‘seksi’ dan tugas-tugasnya di organisasi mengundang gelak tawa. Tak pelak, suasana pelatihan yang diikuti oleh 21 peserta yang datang dari tujuh kota/kabupaten eks Karesidenan Surakarta dan terselenggara pada pada 7 Juli selama tujuh jam ini mencair.

    Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Solo, salah satu organisasi difabel tuli yang berdiri sejak tahun 1982 akhir-akhir ini tampak sedang bergiat dalam memajukan organisasi. Hal ini terlihat dari kegiatan yang turut mengajak Deaf Volunteer Organization (DVO) dalam melakukan aksinya. Hasil kolaborasi dari dua organisasi ini adalah dengan terselenggaranya pentas teater di Taman Budaya Jawa Tengah, bulan April lalu.

    Aksi rutin kegiatan Gerkatin Solo dan DVO yang sudah berjalan sebelumnya ialah membuka kursus bahasa isyarat setiap minggu pagi yang bertempat di Solo Car Free Day (CFD), depan Taman Sriwedari atau tepatnya di bawah jembatan penyeberangan. Kegiatan ini terbuka untuk umum, masyarakat luas boleh belajar bahasa isyarat dengan gratis. Menurut pantauan kontributor dan pengakuan salah satu pengurus organisasi, Ismail, minat masyarakat terutama yang berstatus mahasiswa relatif besar untuk ikut belajar bahasa isyarat. Terbukti dengan kursus bahasa isyarat ini tak hanya dilakukan di satu tempat saja,Gerkatin Solo juga ikut serta dalam kegiatan bazaar yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret baru-baru ini.

    Percaya Diri dan Komunikasi

    Ismail mengatakan bahwa tujuan diadakan pelatihan Membangun Jaringan Orgainsasi Tuli se-Solo Raya ini adalah untuk membangun organisasi yang tidak terlalu eksklusif dan terbuka untuk masyarakat. Kegiatan organisasi tidak hanya tentang arisan di antara anggotanya saja. Pelatihan yang diikuti masing-masing tiga anggota dari setiap kota/kabupaten ini juga bertujuan terbentuk suatu forum komunikasi organisasi tuli yang bisa membuka kesempatan kerja sama dengan stakeholder.

    Organisasi tuli ini nantinya juga diharapkan bergerak dalam kegiatan advokasi dalam masyarakat dan pemerintah, untuk melibatkan tuli dalam mengambil kebijaksanaan dan putusan pemerintah. Contohnya adalah undangan yang disampaikan kepada Gerkatin Wonogiri dalam pertemuan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Difabel, jelas Ismail.

    Bias,fasilitator yang juga pegiat DVO, mengatakan bahwa materi yang disampaikan masih dalam taraf dasar belajar berorganisasi yakni pengertian organisasi, manajemen organisasi, dan tugas-tugas pengurus organisasi. Bias yang bergabung sejak DVO berdiri ini mengatakan jika kendalanya adalah kemampuan peserta yang berbeda satu dengan yang lain berdasar latar belakang pendidikan dan rata-rata mereka masih muda. “Sebagian peserta masih duduk di bangku SMA,” ujar Bias yang juga alumni Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.

    Pelatihan ini bisa menjadi jembatan komunikasi antara difabel tuli dan masyarakat. Rasa tidak percaya diri akan hidup karena tuli dianggap tidak punya potensi adalah faktor yang sering dikeluhkan dari penyandang difabel tuli. Perlu pengenalan kepada khalayak bahwa difabel tuli bisa berbaur di masyarakat dan semua manusia berhak untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Hal ini juga disampaikan oleh ketua Gerkatin Solo, Mohammad Isnaeni. Permasalahan masyarakat dari cara berbaur adalah komunikasi. Bila ada komunikasi terjalin, kepercayaan tuli kepada masyarakat akan tumbuh dan potensi yang selama ini terpendam bisa diaktualisasikan lewat sejumlah kegiatan,juga pemberdayaan yang tentunya manusiawi, ujar Mohammad Isnaeni dalam sebuah wawancara tertulis.
    Images
    gerkatin-2775gerkatin-solo.jpg
    Ket Gambar : di hotel